Bagi Rekan rekan yang membutuhkan PTK Bahasa indonesia mungkin contoh PTK ini berguna untuk anda. Kami sajikan PTK BAHASA INDONESIA KELAS 1 dengan judul Peningkatan minat membaca permulaan Melalui dongeng.
berikut ini contohnya :
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tujuan pendidikan sebagaimana tercantum dalam SISDIKNAS 2003 yang menyebutkan bahwa, tujuan pendidikan nasional adalah terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berakhlak, berkeahlian, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah Negara Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berdasarkan hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi, memiliki etos kerja yang tinggi serta disiplin.
Pendidikan merupakan salah satu sarana yang menentukan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, yaitu mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila didalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana berkehidupan bangsa yang aman, tenteram, tertib, dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib, dan damai. Aspirasi bangsa yang demikian tidak akan tercapai tanpa melalui pendidikan. Hal itu sejalan dengan tujuan pembangunan nasional di bidang pendidikan yang menyatakan bahwa untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, serta memungkinkan para warganya mengembangkan dirinya dari segala aspek, baik jasmani maupun rohani (Undang-Undang Pendidikan Nasional Tahun 1989)
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 mengenai sistem pendidikan di mana dalam kehidupan suatu bangsa, pendidikan mempunyai peran penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila di bidang pendidikan, maka pendidikan nasional mengusahakan:
1. Pembentukan manusia Pancasila sebagai manusia pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu mandiri .
2. Pemberian dukungan bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang terwujud dalam ketahanan nasional yang menangkal setiap ajaran, paham, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Sehubungan dengan itu, maka pendidikan disusun sebagai usaha sadar untuk menciptakan bangsa Indonesia mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengembangkan dirinya secara terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Sekolah sebagai tempat proses belajar mempunyai kedudukan yang sangat penting dan menonjol dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu pendidikan di sekolah memegang peranan penting dalam rangka mewujudkan tercapainya pendidikan nasional secara optimal seperti yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar tersebut guru menjadi peran utama dalam menciptakan situasi interaktif yang edukatif, yakni interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan dengan sumber pembelajaran dalam menunjang tercapainya tujuan belajar.
Beberapa tujuan seperti yang telah tersebut diatas dapat dicapai dengan baik apabila pada diri peserta didik timbul suatu kesadaran yang mendalam untuk meraih prestasi yang tinggi. Untuk mencapai prestasi yang optimal antara pendidik sebagai pentransfer ilmu dan peserta didik sebagai objek.
Bahasa Indonesia sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan membekali siswa untuk mengembangkan bahasa disamping aspek penalaran dan hafalan sehingga pengetahuan dan informasi yang diterima siswa sebatas produk bahasa dan sastra. Padahal dalam proses belajar mengajar keterlibatan siswa secara totalitas artinya melibatkan pikiran, penglihatan, pendengaran, dan psikomotor ( keterampilan salah satunya menulis ). Jadi dalam proses belajar mengajar seorang guru harus mengajak siswa untuk mendengarkan, menyajikan media yang dapat dilihat, memberi kesempatan untuk menulis dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan, sehingga terjadi dialog kreatif yang menunjukkan proses belajar mengajar yang interaktif.
Pengajaran membaca permulaan membawa konsekuensi terhadap penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan pembelajarn membaca permulaan, ada beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain : (1) Metode SAS, (2) Metode abjad dan metode bunyi, (3) Metode kupas rangkai suku kata, (4) metode kata lembaga, (5) metode global. ( Akhadiah, 1992: 32-42 ). Sebagai seorang guru profesional hendaknya dapat memilih dan menerapkan metode yang efektif agar materi yang dipelajari oleh siswa dapat dipahami dengan baik serta dapat meningkatkan prestasi belajar.
Menurut pengalaman lapangan, bahwa prestasi belajar mengajar siswa Sekolah Dasar rata – rata kurang memuaskan. Hal ini disebabkan kurangnya minat membaca dan motivasi belajar terhadap pelajaran Bahasa Indonesia yang merupakan kelompok ilmu social, sehingga perlu ditunjang adanya motivasi dan minat baca yang tinggi dari para siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia ini.
Hasil belajar Bahasa Indonesia di kelas 1 ( satu ) SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... belum menggembirakan. Rata – rata nilai Bahasa Indonesia pada Ulangan Akhir Semester I hanya 55,13 sejalan dengan pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ), salah satu upaya yang dilaksanakan sekolah adalah penggunaan media pembelajaran dan strategi pembelajaran. Pada sistem pendidikan berbasis kompetensi, ilmu pengetahuan peserta didik diharapkan bermakna dan bermanfaat bagi kehidupan siswa. Dengan kata lain fungsi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ), sebagai kerangka dasar dan harus dijabarkan sendiri oleh guru dengan melihat potensi, situasi, dan kondisi masing – masing sekolah.
Rata – rata nilai Bahasa Indonesia kelas I pada Ulangan Umum Akhir Semester I tahun 2013/2014 hanya 55,13 hal ini menunjukkan daya serap siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia masih dibawah rata – rata. Nilai yang diperoleh siswa masih dibawah standar kelulusan yang sudah ditentukan sekolah. Belajar siswa belum maksimal ( belajar pada waktu ada PR atau ulangan ), kemampuan belajar heterogen, minat terhadap pelajaran Bahasa Indonesia rendah, akibatnya pelajaran Bahasa Indonesia tidak disukai oleh sebagian besar siswa. Hal ini sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia dan umumnya pembelajaran yang lain.
Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru harus mencari solusi yang terbaik dalam pembelajaran. Terlebih lagi untuk pembalajaran Bahasa Indonesia awal kelas I (satu) Sekolah Dasar ( SD ), guru dituntut untuk dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan disertai improvisasi, kreasi, menarik, dan menyenagkan. Hal ini harus dilakukan karena siswa kelas I ( satu ) kegiatannya masih dapat menanamkan membaca permulaan Bahasa Indonesia dalam suasana bermain dan menyenagkan.
Metode pembalajaran dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca permulaan adalah antara lain dongeng. Dari berbagai metode pengajaran membaca permulaan yang ada, metode pengenalan membaca permulaan ini perli diambil langkah metode – metode mana yang sesuai atau cocok dengan perkembangan anak sangat tertarik dengan menggunakan dongeng. Dongeng yang sering digunakan dalam pembelajaran untuk anak kelas I adalah dongeng tentang bintang ( fabel ).
Dari uraian tersebut data disimpulkan bahwa perlu diadakan penelitian terhadap penggunaan dongeng dalam menmcapai tujuan meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelas I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... untuk itu penulis melakukan penelitian tentang ” Peningkatan minat membaca permulaan melalui dongeng pada siswa kelas I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 ”
A. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah tersebut diketahui banyak faktor yang mempengaruhi minat belajar membaca permulaan melalui dongeng pada siswa kelas I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014 ”. permasalahan tersebut di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Minat belajar membaca siswa yang dapat terdiri dari perhatian, perasaan senang melakukan aktivitas, kemauan, respon, sikap positif, dan karajteristik terhadap materi yang diajarkan.
2. Minat belajar membaca permulaan pada siswa dipengaruhi oleh faktor – faktor yang berasal dari dalam diri siswa dan dari luar diri siswa.
Faktor dari dalam diri siswa diantaranya :
a. Kesehatan
b. Sikap dan kedisiplinan
c. Bakat
d. Pengalaman
e. Motivasi dan sebagainya
Sedangkan faktor dari luar diri siswa diantaranya :
a. Penggunaan Media Pembelajaran
b. Kemampuan pengajar
c. Kurikulum
3. Kemampuan guru dalam mengarahkan dan memberi materi sangat memegang peranan penting.
4. Kelengkapan peralatan belajar mengajar yaitu kelengkapan alat, banyaknya alat, kondisi alat yang dipakai dalam proses itu.
5. Lingkungan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.
B. Pembatasan Masalah
Agar pembatasan masalah mengarah pada tujuan yang akan dicapai, maka dari latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas dibuat batasan masalah sebagai berikut :
1. Minat membaca permulaan
2. Pembelajaran menggunakan media dongeng.
3. Proses belajar mengajar
C. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana meningkatkan minat membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... ?
2. Bagaimana langkah – langkah pembelajaran melalui dongeng agar dapat meningkatkan minat membaca permulaan siswa siswa kelas I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... ?
3. Apakah yang menjadi hambatan – hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran melalui dongeng pada membaca permulaan ?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas dapat ditetapkan tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Mengetahui bahwa pembelajaran melalui dongeng dapat meningkatkan minat membaca permulaan.
2. Mengetahui hambatan – hambatan yang ditemukan dalam pembelajaran melaui dongeng pada membaca permulaan.
3. Menentukan langkah – langkah pembelajaran melalui dongeng yang tepat agar dapat meningkatkan minat membaca permulaan.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut :
1. Bagi Guru
Dapat digunakan sebagai masukan bagi guru sekolah dasar untuk memperoleh model pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas I.
2. Bagi Sekolah
Dapat dipergunakan sebagai acuan bagi warga sekolah dalam peningkatan keterampilan membac di kela I SD Negeri 1 ......................... Kecamatan ......................... Kabupaten Lampung Tengah
3. Bagi Siswa
Dapat digunakan sebagai metode dalam meningkatkan minat belajar
Untuk download File type MS word KLIK DISINI
Reviewed by operator sekolah
on
Desember 11, 2020
Rating:

Tidak ada komentar: